SISTEM UROGENITAL

A. PENDAHULUAN

Sistem urogenital terdiri dari sistem urinaria dan sistem reproduksi. Sistem urinaria terdiri atas sepasang ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra. Sistem reproduksi pria terdiri dari sepasang tetstis, aluran reproduksi berupa vas deferens, epididimis, vas everen dan uretra tunggal. Pada pria dilengkapi penis sebagai organ kopulatoris dan kelenjar asesoris. Sedangkan sisem reproduksi wanita terdiri dari sepasang ovarium, saluran reproduksi berupa sepasang tuba falopii serta uterus dan vagina tunggal. Pada wanita juga terdapat organ genitalia eksternae dan kelenjar mammae (Susilowati, dkk. 2003).

Pada uretra terdapat dua buah sfingter yaitu sfingter uretra eksterna dan interna di mana sfingter uretra interna bekerja di bawah sadar sedangkan sfingter uretra eksterna tidak. Maka ketika proses miksi, sfingter uretra interna inilah yang berfungsi untuk menahan keluarnya urin. Uretra terdiri atas uretra posterior dan uretra anterior. Uretra posterior pada pria terdiri atas uretra pars prostatika yang dilingkupi oleh kelenjar prostat dan uretra pars membranasea. Pada uretra anterior dibungkus oleh korpus spongiosum penis, terdiri atas pars bulbosa, pars pendularis, fossa navikularis dan meatus uretra eksterna. (Purnomo, 2008)

Pada bagian inferior buli-buli di depan rectum dan membungkus uretra posterior terdapat suatu kelenjar yang dinamakan kelenjar prostat. Di bagian skrotum pada pria terdapat sebuah organ genitalia terdapat testis yang dibungkus oleh jaringan tunika albugenia. Epididimis pada organ genitalia pria terdiri atas caput, corpus dan cauda epididimis. Sedangkan deferens berbentuk tabung kecil bermula dari kauda epidimis dan berakhir pada duktus ejakulatorius di uretra posterior. Di dasar buli-buli dan di sebelah cranial kelenjar prostat terdapat vesikula seminalis. Penis terdiri atas tiga buah corpora berbentuk silindris yaitu 2 buah corpora cavernosa dan sebuah corpus spongiosum dan di bagian proksimal terpisah menjadi dua sebagai crus penis. Setiap crus penis dibungkus oleh ishio-kavernosus yang kemudian menempel pada rami osis ischii. (Purnomo, 2008)

B.        TUJUAN

Tujuan dari praktikum tentang sistem urinaria ini adalah

  1. Mempelajari struktur anatomi organ organ penyusun sistem urunaria.
  2. Mempelajari struktur anatomi organ organ penyusun sistem reproduksi pria dan wanita.
  3. Mempelajari struktur histologi ginjal, testis dan ovarium.
  4. Menentukan adanya glukosa dalam urin.

C. ALAT DAN BAHAN

Alat

  1. Gambar, torso, dan model sistem urinaria dan reproduksi
  2. Mikroskop
  3. Preparat ginjal, testis dan ovarium
  4. Tabung reaksi beserta rak
  5. Pemanas
  6. Pipet
  7. Penjepit tabung reaksi
  8. Gelas beker
Bahan

1.Larutan bennedict

2.Sample urine laki laki dan perempuan.

D. CARA KERJA

  1. Pengamatan torso dan model
  1. Pengamatan preparat ginjal, testis dan ovarium
    Pengamatan preparat ginjal.
  1. Pengamatan preparat testis
  1. Pengamatan preparat folikel folikel ovarium
  1. Penentuan adanya glukosa dalam urin.

(maaf caa kerja berupa gambar, admin lagi males upload.. lemoot..)

E. DATA

  1. Uji glukosa pada sample urine
Jenis sampel Warna awal Warna setelah diberi bennedict Warna setelah dipanaskan
Urine laki laki Kuning terang Biru Biru
Urine perempuan Jingga Biru Biru kehijauan

F. PEMBAHASAN

Uji glukosa pada sampel urine.

Uji glukosa pada sample urine dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan glukosa dalam sampe urine yang digunakan. Reagen yang dilakukan adalag larutan bennedict yang berwarna biru. Percobaan dilakukan dengan menambahkan larutan bennedict pada sample urin dan kemudian dipanaskan untuk kemudian diamati perubahan warna yang terjadi setelah mendidih. Jika urine tidak mengandung glukosa, maka tidak akan terjadi perubahan warna pana larutan sample. Jika larutan sample mengandung glukosa maka akan terjadi perubahan warna. Ada beberapa macam gradasi perubahan warna dalam uji glukosa ini. Warna biru kehijauan menunjukkan adanya kandungan glukosa. Semakin warnanya mendekati warna merah bata, maka kadar glukosa dalam larutan sample semakin tinggi.

Dari hasil percobaan diperoleh data pada larutan sample urine laki laki setelah dipanaskan tidak menunjukkan perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kandungan glukosa pada urine laki laki yang dijadikan sample

Pada sample urine permpuan, setelah dipanaskan hasil pengamatan menunjukkan perubahan warna menjadi biru kehijauan. Hal ini menunjukkan adanya kandungan glukosa dengan kadar rendah pada urine perempuan yang dijadikan sample.

Sistem urogenital

Sistem urogenitalia terdiri dari organ urinaria yang terdiri atas ginjal beserta salurannya, ureter, buli-buli dan uretra. Sedangkan organ reproduksi pada pria terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, prostat dan penis. Kecuali testis, epididimis, vas deferens dan uretra, sistem urogenitalia terletak di rongga retroperitoneal dan terlindung oleh organ lain yang melindunginya. (Purnomo, 2008).

Sitem urinaria terdiri atas ginjal dan beberapa saruran seperti ureter, uretra dan kandung kemih.

Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh dan berfungsi untuk membuang sampah metabolisme dan racun tubuh dalam bentuk urin atau air seni, yang kemudian dikeluarkan dari tubuh. Ginjal, bagian dari sistem urinasi,erfungsi membersihkan sisa kotoran dari air, garam dan sisa makanan dari tubuh. Darah yang mengalir bersikulasi melalui ginjal, telah melalui miliaran proses filterasi melalui organ ini. Hasilnya adalah keringat dan urin. Di dalam ginjal terdapat dua hormon penting yang berfungsi mengatur tekanan darah, yaitu renin dan angiotensin.

Ginjal memiliki karkteristik berbentuk seperti kacang merah dan memiliki dua extremitas, dua batas dan dua permukaan. Extremitas cranial dan caudal dihubungkan dengan batas lateral yang cembung dan batas medial yang lupus. Batas medial dapat diidentiikasi dengan bentukan oval, hillus renalis, yang terbuka ke sinus renalis. Pada hillus renalis terdapat ureter, arteri dan vena renalis, pembuluh limfe, dan syaraf. Pada struktur ini arteri renalis berada paling dorsal, dan vena renalis paling ventral. (Purnomo, 2008).

Kedua ginjal terletak di belakang selaput perut berada di daerah sublumbar, satu di samping dari aorta dan vena cava caudalis. Permukaan dorsal kedua ginjal tidak terlalu cembung dari pada permukaan ventral. Ujung kranial setiap ginjal dibungkus oleh peritoneum pada bagian dorsal dan ventralnya

Sebuah ginjal dengan potongan memanjang memberi gambaran dua daerah yang cukup jelas. Daerah perifer yang beraspek gelap disebut korteks dan yang agak cerah disebut medulla, berbentuk pyramid terbalik. Bagian yang paling lebar atau dasar tersusun tepat dengan tepi dalam korteks dan apeks atau papik mengarah ke pelvis. Tiap bagian medulla yang berbentuk pyramid dengan jaringan korteks yang membentuk tudung pada dasar serta menutup sisinya membentuk lobus yang merupakan unit anatomi ginjal (Solichatun, 2006).

Proses yang terjadi di dalam ginjal ada di sel ginjal yang disebut nefron. Ginjal mengandung kira-kira 2.400.000 nefron, dan tiap nefron dapat menghasilkan urin. Fungsi dasar nefron adalah untuk membersihkan atau menjernihkan plasma dari zat-zat yang tidak dikehendaki ketika ia mengalir melalui ginjal tersebut. Zat-zat yang harus dikeluarkan terutama meliputi produk akhir metabolisme seperti ureum, kreatinin, asam urat dan garam-garam asam urat. Jika ada ion yang berlebihan seperti natrium, kalium, klorida yang cenderung terkumpul di dalam tubulus atau saluran nefron yang berlebihan, nefron berfungsi membersihkan plasma dari kelebihan ini. Mekanisme utama nefron adalah, ketika cairan plasma masuk ke dalam nefron, maka proses penyaringan dimulai, zat yang tidak dikehendaki tidak diserap kembali dan keluar sebagai urin, tetapi yang masih bermanfaat diserap kembali untuk kepentingan metabolisme (Solichatun, 2006).

Perjalanan urin yang keluar dari ginjal akan menuju kantong kemih melalui saluran yang disebut ureter . Jika sudah terkumpul cukup penuh maka ada mekanisme reflek untuk mengeluarkan urin. Mekanisme itu disebut miksi, atau perasaan ingin kencing, dan keluar melalui uretra. Uretra pria dan wanita berbeda, pada pria uretra lebih panjang, dan saluran itu juga merupakan saluran keluarnya sperma. Sedangkan uretra wanita lebih pendek, dan hanya untuk saluran urine saja. Oleh karena itu, perbedaan ini juga menimbulkan ciri khas penyakit infeksi saluran kencing pada wanita lebih sering terjadi, tetapi kasus batu ginjal lebih banyak pada pria, karena saluran yang panjang dan sempit.

Ureter merupakan saluran muscular yang mengalirkan urine dari pelvis ginjal menuju ke vesica urinaria. Masing-masing ureter bergerak kearah kaudal dan menumpahkan isinya ke vesica urinaria, di dekat bagian leher yang disebut trigone dan terbentuklah suatu katup untuk mencegah arus balik urine ke ginjal (Purnomo, 2008).

Ureter merupakan pipa fibromuscular, yang ramping dan datar yang membawa urine dari ginjal ke vesica urinaria. Ureter dimulai di pelvis renalis, yang menerima urine dari papila renalis. Ureter terletak di dorsal dari pembuluh spermatic interna pada jantan dan arteri-vena utero-ovarian pada betina (Purnomo, 2008).

Ureter adalah saluran tunggal yang menyalurkan urine dari pelvis renalis menuju vesika urinaria (kantong air seni). Mukosa membentuk lipatan memanjang dengan epithel peralihan, lapisan sel lebih tebal dari pelvis renalis. Tunika propria terdiri atas jaringan ikat dimana pada kuda terdapat kelenjar tubulo-alveolar yang bersifat mukous, dengan lumen agak luas. Tunika muskularis tampak lebih tebal dari pelvis renalis, terdiri dari lapis dalam yang longitudinal dan lapis luar sirkuler, sebagian lapis luar ada yang longitudinal khususnya bagian yang paling luar. Dekat permukaan pada vesika urinaria hanya lapis longitudinal yang nampak jelas.

Dinding ureter terdiri atas beberapa lapis, yakni:

1. Tunika mukosa : lapisan dari dalam ke luar sebagai berikut :

  • Epithelium transisional : pada kaliks dua sampai empat lapis, pada ureter empat sampai lima lapis, pada vesica urinaria 6-8 lapis.
  • Tunika submukosa tidak jelas
  • Lamina propria beberapa lapisan
  • Luar jaringan ikat padat tanpa papila, mengandung serabut elastis dan sedikit noduli limfatiki kecil, dalam jaringan ikat longgar
  • Kedua-dua lapisan ini menyebabkan tunika mukosa ureter dan vesika urinaria dalam keadaan kosong membentuk lipatan membujur.

2. Tunika muskularis : otot polos sangat longgar dan saling dipisahkan oleh jaringan ikat longgar dan anyaman serabut elastis. Otot membentuk tiga lapisan : stratum longitudinale internum, stratum sirkulare dan stratum longitudinale eksternum

3. Tunika adventisia : jaringan ikat longgar

Vesica Urinaria, Merupakan kantong penampung urine dari kedua ginjal urine ditampung kemudian dibuang secara periodik. (Solichatun, 2006).

Pada pria, uretra dikelilingi oleh kelenjar prostat (kelenjar yang menghasilkan semen) ketika keluar dari kantung kemih. Letak kelenjar prostat sangat penting untuk diketahui, karena pada pria mulai usia 60 tahun bisa terjadi pembesaran prostat yang ditandai pengeluaran urin yang tidak normal.

Dalam sistem reproduksi, organ organ reproduksi pada manusia berbeda antara laki laki dan wanita.

Alat reproduksi perempuan yang terlihat dari luar cuma bibir kemaluan dan liang senggama yang ditutupi bulu kelamin. Alat reproduksi perempuan masuk hingga bagian dalam tubuh perempuan. Alat reproduksi perempuan terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu :

Uterus

Tempat janin tumbuh dan berkembang. Setiap bulan, rahim menyiapkan diri dengan melapisi dindingnya dengan lapisan khusus untuk menerima bayi. Kalau tidak jadi hamil, maka lapisan khusus itu runtuh berupa darah haid. Kalau perempuan hamil, lapisan khusus tidak diruntuhkan lagi, tetapi dipakai untuk menghidupi janin sehingga perempuan tidak haid saat hamil.

Serviks/Mulut Rahim

Serviks memisahkan rahim dengan liang senggama. Bermanfaat menjaga agar kotoran dan kuman tidak mudah masuk kedalam rahim. Juga, ia bermanfaat untuk menyangga kepala bayi saat perempuan hamil.

Ovarium

Proses pembentukan ovum (oogenesis) terjadi di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat banyak sel induk telur (oogonium) yang bersifat diploid (2n). Oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (oosit I) melalui pembelahan mitosis. Oosit primer akan membelah secara meiosis menghasilkan satu oosit sekunder (oosit II) dan satu badan kutub I (badan kutub primer).

Oosit sekunder akan membelah menghasilkan sebuah ootid dan sebuah badan kutub II. Ootid akan berkembang menjadi sel telur (ovum), sedangkan badan kutub II akan luruh atau berdegenerasi. Sementara itu, badan kutub I juga akan membelah dan menghasilkan dua buah badan kutub II yang juga akan mengalami degenerasi.

Seperti pada pembentukan sperma, pembentukan sel telur juga dikendalikan oleh FSH. Hormon yang juga mempengaruhi pertumbuhan sel folikel ini menghasilkan hormon estrogen dan LH. FSH sendiri dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. FSH dan LH berfungsi mempengaruhi sel folikel untuk melepaskan sel telur. Proses pelepasan sel telur dinamakan ovulasi. Sel folikel yang telah kosong akan menjadi korpus luteum yang akan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sementara itu, sel telur yang telah dilepaskan akan bergerak menuju saluran Tuba Falopii. Di sepertiga permulaan saluran ini, jika ada sperma yang masuk, sel telur akan dibuahi oleh sperma. Sel telur akan terus bergerak menuju rahim baik dibuahi maupun tidak dibuahi (Solichatun, 2006).

Sel telur yang telah dibuahi (zigot) akan membelah berulang kali dan tumbuh di dalam rahim atau uterus. Agar uterus siap menerima ‘zigot’ dinding uterus tersebut menebal sebagai akibat pengaruh hormon progesteron. Dinding uterus mengandung nutrisi dan oksigen yang cukup untuk pertumbuhan zigot yang akan tertanam. Proses penanaman zigot tersebut dinamakan implantasi.

Zigot akan tumbuh menjadi embrio yang akan terus berkembang hingga kelahiran. Pada manusia, waktu yang dibutuhkan zigot hingga menjadi bayi yang siap lahir sekitar 280 hari atua 9 bulan 10 hari. Bayi akan keluar melalui saluran yang disebut vagina yang juga berfungsi sebagai tempat keluarnya darah saat menstruasi. Organ ini juga merupakan tempat penis menyampaikan sperma ke bagian dalam alat kelamin.

Akan tetapi jika sel telur yang dihasilkan tidak dibuahi maka sel telur akan dikeluarkan oleh tubuh melalui proses yang biasa disebut menstruasi. Jika terjadi pembuahan, proses menstruasi tidak akan terjadi.

Vagina/Liang Kemaluan

Vagina bentuknya memanjang seperti tabung. Saat berhubungan seks, penis masuk ke dalam liang vagina. Darah haid juga keluar melalui vagina. Bayi juga keluar lewat vagina pada saat perempuan melahirkan. Dalam vagina terdapat jamur dan kuman-kuman yang tidak mengganggu tubuh kalau keseimbangan hidupnya tidak terganggu..

Bibir Kelamin/Labia

Bibir kelamin berada di luar tubuh. Ada dua bibir di dalam kelamin luar perempuan, yakni labia mayor dan labia minor.

Kelentit

Kelentit berada di bagian atas di anatara bibir kelamin. Bentuknya seperti biji kacang. Kelentit mempunyai syaraf yang sangat banyak sehingga sangat peka terhadap rangsangan. Kelentit bagi perempuan mirip seperti penis laki-laki.

Saluran Kencing

Saluran kencing pada perempuan berada diantara kelentit dan mulut vagina.

Alat reproduksi laki-laki yang dapat dilihat dari luar adalah penis dan scrotum. Alat reproduksi laki-laki terdiri dari beberapa bagian utama diantaranya

Penis

Penis adalah bagian penting dari alat reproduksi laki-laki, terdiri dari dua bagaian utama yaitu : kepala penis dan batang penis. Kepala penis sama pekanya dengan kelentit pada perempuan. Batang penis terdiri dari kelenjar spons yang dapat terisi darah sehingga penis menjadi keras.

Scrotum

Skrotum  adalah tempat testis. Di dalam testis inilah sperma dibuat.

Testis

Laki-laki memiliki dua buah testis. Besarnya seperti bola bekel. Testis dapatmemproduksi sperma bila suhu testis berada di bawah tubuh. Karena itu kantong pelir berada diluar tubuh, agar suhu testis menjadi lebih dingin dibandingkan tubuh.

Pada testis pria akan dijumpai tubulus seminiferus yang terpendam dalam dasar jaringan ikat longgar yang banyak mengandung pembuluh darah dan limfe, saraf dan sel interstisial (Leydig). Tubulus seminiferus ini akan menghasilkan sel kelamin pria yaitu spermatozoa, sedangkan sel Leydig mengekskresikan androgen testis. (Dany, 2007) ). Testis yang dikelilingi oleh selaput berserat albuginea, yang banyak encloses profil dari seminiferous tubules dalam sperma yang dibuat oleh mitosis dan meiosis. Antara seminiferous tubules adalah interstisial sel-sel Leydig (yang memproduksi testosterone) dan kapal darah. wilayah yang berkerut dengan dibulatkan spermatogonia yang mengalami mitosis menjadi dasar spermatocytes (rintik nuclei), dan kemudian menjadi spermatocytes sekunder oleh proses pertama meiotic divisi. Sekunder spermatocytes membagi lagi (kedua meiotic divisi) untuk menjadi spermatids (dengan lebih kecil, gelap nuclei), yang mentransformasikan menjadi spermatozoa matang. Semua ini terjadi tahap-tahap ke arah lumen. Spermatozoa dewasa memiliki tongkat tipis seperti nuclei yang bebas dalam lumen

Saluran Sperma (Vas Deferens)

Bila sperma sudah matang, maka melalui saluran sperma, sperma akan naik dan disimpan di kantung mani (vesika seminalis)

Saluran Kencing (Urethra)

Urethra adalah saluran di dalam penis, saluran tempat keluarnya air kencing dan air mani. keluarnya air seni atau air mani diatur oleh sebuah katup sehingga tidak bisa keluar secara bersamaan.

Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat berada didalam tubuh, dibawah kandung kencing. Fungsinya adalah membuat cairan air mani yang akan dikeluarkan bersamaan dengan sperma. Warna cairan yang dibuatnya putih keruh dan agak kental.

Kantung Mani (Vesika Seminalis)

Kantung mani menyimpan sperma yang sudah matang. Sperma inilah yang membuahi sel telur pada perempuan. Sperma dikeluarkan bersamaan dengan cairan kelenjar prostat ketika berhubungan seks. (Solichatun, 2006).

  1. G. JAWABAN PERTANYAAN

Pertanyaan

  1. jelaskan mengenai proses filtrasi, absorbsi dan sekresi yang dilakukan ginjal dan dimana terjadinya!
  2. Jelaskan mengapa testis dan ovarium menjadi organ utama sistem reproduksi pria dan wanita!
  3. jelaskan fungsi dari kelejar asesoris pria!
  4. jelaskan fungsi sel leydig dan sertoli!
  5. jelaskan fungsi saluran reproduksi wanita!
  6. gambarkan macam macam folikel telur pada wanita!
  7. jelaskan mengapa urin seseorang mengandung glukosa!

Jawaban.

  1. Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya

Reabsorbsi: Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.

Augmentasi: Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.

  1. Karena testis dan ovarium adalah organ dimana terjadi gametogenesis (pembentukan sel kelamin). Pada testis terjadi pembentukan sel sperma, dan pada orvarium terjadi penbentukan sel ovum.
  2. kelenjar asesoris pada pria ada dua yakni
  • Vesikula seminalis

Vesikula seminalis terletak simetris pada kedua sisi kandung kemih berbentuk koil, kurang lebih 5 cm. Setiap vesikula seminalis menyempit di bagian bawah dan bergabung vas deferens, membentuk saluran ejakulasi. Vesikula seminalis menghasilkan zat yang membantu menyediakan makanan untuk spermatozoa tersebut. Kontraksi dinding kelenjar sekresi selama mengusir ejakulasi ke dalam saluran ejakulatorius, memaksa spermatozoa keluar dari uretra

  • Bulbourethral glands Kelenjar Cowper

Para Kelenjar Cowper dua kecil, bundar, kelenjar kuning, sekitar 1 cm diameter. Kelenjar menghasilkan sekresi yang membantu melicinkan kepala penis selama ereksi dan ejakulasi.

  1. Sel Leydig memproduksi hormon testosteron. Sedangkan ser sertoli menghasilkan sekret untuk memberi nutrisi pada sel sperma.
  2. Genitalia eksterna

a)Mons Veneris: Berfungsi untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk estetika
b)Labia Mayora: Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya dan mengeluarkan cairan pelumas pada saat menerima rangsangan seksual.
c)Labia Minora: Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya serta merupakan daerah erotik yang mengandung pambuluh darah dan syaraf.
d)Klitoris: Merupakan daerah erotik utama pada wanita yang akan membesar dan mengeras apabila mendapatkan rangsangan seksual.
e)Vestibulum: Berfungsi untuk mengeluarkan cairan apabila ada rangsangan seksual yang berguna untuk melumasi vagina pada saat bersenggama.
f)Hymen: Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus vagina, membentuk lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari genetalia interrnal dapat mengalir keluar

Genitalia interna
a)Vagina : Saluran keluar untuk mengeluarkan darah waktu haid dan sekret dari dalam uterus, Alat untuk bersenggama dan Jalan lahir bayi waktu melahirkan

b)Uterus
Berfungsi sebagai: Tempat bersarangnya atau tumbuhnya janin di dalam rahim pada saat hamil, Memberi makanan pada janin melalui plasenta yang melekat pada dinding rahim.

c)Tuba Fallopi. Berfungsi sebagai saluran yang membawa ovum yang dilepaskan ovarium ke dalam uterus.
d)Ovarium. Berfungsi memproduksi ovum
e)Ligamentum. Berfungsi untuk mengikat atau menahan organ-organ reproduksi wanita agar terfiksasi dengan baik pada tempatnya, tidak bergerak dan berhubungan dengan organ sekitarnya. (Harnawati,2009)

  1. Folikel de graaf

(1.bp.blogspot.com/…/s400/gametogenesis7.png)

Folikel pertumbuhan

Folikel primer

  1. Kandungan glukosa pada urine diakibatkan adanya kerusakan pada glomerulus dan kesalahan pada proses reabsorbsi urin primer. Sehingga mengakibatkan glukosa ikut terlepas bersama urin.

H. KESIMPULAN

  1. Sistem urogenital terdiri dari sistem urinaria dan sistem reproduksi. Sistem urinaria terdiri atas sepasang ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra.
  2. Sistem reproduksi pria terdiri dari sepasang tetstis, aluran reproduksi berupa vas deferens, epididimis, vas everen dan uretra tunggal. Pada pria dilengkapi penis sebagai organ kopulatoris dan kelenjar asesoris.
  3. Sisem reproduksi wanita terdiri dari sepasang ovarium, saluran reproduksi berupa sepasang tuba falopii serta uterus dan vagina tunggal. Pada wanita juga terdapat organ genitalia eksternae dan kelenjar mammae.
  4. Kandungan glukosa pada urin menandakan adanya kerusakan pada ginjal.

I. DAFTAR PUSTAKA

Luis Carlos Junquiera, Jose Carneiro.HISTOLOGI DASAR : Text & Atlas.EGC;2007

Harnawati,2009. Alat Reproduksi dan Fungsinya. (online) http://harnawatiaj.wordpress.com/2008/04/03/alat-reproduksi-dan-fungsinya/

Susilowati, dkk. 2003. Petunjuk Praktikum Biologi Umum. Malang: UM

Purnomo, Yudi. 2008. Biologi umum. Surakarta: tiga serangkai.

Solichatun, dkk. 2006. Biologi umum. Surakarta: UNS