disana aku melihatmu

Ketika jiwaku meletihkan orang-orang
dan mataku melelahkan tatapan diwajah siang hari,
aku pergi ketanah yang jauh
dimana hantu-hantu masa lalu tetap ada.

Disana aku berdiri
menatap bersama mata kegelapan,
mendengar kepak sayap yang tak terlihat,
merasakan sentuhan jubah kesunyian,
keberanian diantara gangguan malam.

Disana aku melihatmu,
malam,
susunan keindahan yang menakutkan,
beranjak diantara bumi dan langit,
di selubungi awan-awan,
diselimuti kabut,
mentertawai matahari
dan menghina makhluk
yang duduk tersadar
di depan patung dewa-dewa mereka,

marah kepada raja
yang tidur di bawah sutera dan kain emas,
menatap wajah-wajah pencuri,
melihat dekat buaian bayi,
mengisi senyum kelicikan,
tersenyum pada air mata kekasih,
mengangkat tangan kananmu dengan hati yang agung,
menghancurkan jiwa-jiwa kecil di bawah kakimu.

Di sana aku melihatmu,
malam,
dan engkau melihatku.
Engkau adalah ayah buatku
meskipun aku takut padamu,
dalam mimpiku aku adalah anakmu.
Kerudung kegelapan dipindahkan diantara kita
dan kerudung keraguan serta dugaan
disobek dari muka kita.

Engkau memberitahuku rahasia keinginanmu,
dan aku memberitahumu
dengan terus terang harapan dan keinginan.

Akhirnya di ubah menjadi sebuah lagu
yang lebih manis dari pada bisikan bunga-bunga.
Ketakutanku menjadi persahabatan
yang lebih indah dari bahaya yang lebih menikam.
Engkau membawaku kepadamu
dan mendudukanku di atas pundakmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s