Sepakbolaku, mimpi yang terpendam dalam keterbatasan (1)

Sepakbola…
Ya… sepak bola. Sebuah permainan dimana dua buak tim salin beradu teknik dan taktik berlomba lomba memasukkan bola kedalam gawang sebanyak banyaknya dalam waktu 2×45 menit. Bagi orang awam, pasti aneh melihat sepakbola. Mereka pasti berujar dalam hati (atau bahkan mungkin sempat berkata) “orang kurang kerjaan rebutan bola, kasi bola satu-satu beres…”. tapi bagi para maniak bola mereka rela menyisihkan gaji untuk sekedar berpeluh peluh menonton tim kesayangan bertanding di lapangan, bernyanyi, berteriak, memuji, tertawa, menangis bahkan memaki secara bersama sama dengan ribuan orang lain demi mendukung tim kesayangan. Ada suatu kebanggan tersendiri bagi para maniak bola ketika tim kesayangan memenangkan suatu pertandingan.
Saya merupakan salah satu yang termasuk kategori maniak bola (mungkin juga salah satu yang fanatik). sepakbola adalah arena belajar untuk saya. Belajar bagaimana memimpin orang di lapangan tanpa terlalu banyak bacot tentang teori keorganisasian yang didapatkan melalui pelatihan di kelas kelas. dalam sepakbola saya juga belajar bagaimana pentingnya kerja keras untuk mencapai sebuah tujuan akhir dengan bermain sebaik mungkin untuk menghargai jerih payah sesama anggota tim, belajar untuk mencapai tujuan bersama dengan cara yang benar, tanpa harus menjadi orang munafik yang berorganisasi dan secara halus (maupun terang terangan) berkolusi untuk kepentingan orang lain (dimana dia sendiri tidak sadar kalau dia diperalat untuk menghancurkan moral bangsa). Tempat saya belajar sabar saat tertekan, tanpa harus memposisikan diri sebagai sapi perah perusak moral liberal. Ya, sepakbola adalah salah satu hal yang mendewasakan saya. Karena segala sesuatu tak ada yang dapat ditutupi ketika kita bermain bola.
Aku menikmati sepak bola dalam kondisi apapun. Meski harus bermain di lantai beton, paving, tanah berbatu, pasir, rumput maupun tanah sawah yang licin dan becek. Akupun menikmati bermain dalam posisi apapun, sebisa mungkin aku akan menyesuaikan dengan kebutuha tim, meski tak jarang harus memulai dari bangku cadangan. Dan meskipun penglihatanku tidak begitu bagus, aku harus selalu tampil maksimal di setiap aku bermain. Dan meski hanya sebatas pemain bola amatiran, aku tidak pernah berkecil hati. Aku selalu punya mimpi dalam bersepakbola, ya sebuah mimpi yang sangat indah… menjadikan negriku sebagai negeri yang maju dalam bidang sebakbola.
Indonesia, sebuah negeri indah yang terletak di garis katulistiwa. Negri seribu pulau, seribu suku dan seribu bahasa. Negri yang diberkahi oleh nikmatNya berupa matahari yang bersinar sepanjang tahun dan laut biru yang tak henti hentinya mengeluarkan isinya untuk para manusia tak pandai bersyukur yang tinggal didalamnya. Negri dimana terlahir bakat bakat alam yang terlalu lama menunggu untuk diasah. negeri dengan kekayaan tak terbatas yang menguap disapu oleh negara adidaya karena kebodohan rakyatnya. Negri yang makmur, dimana koruptor bisa hidup bebas dan makan enak di penjara. Sungguh negeri yang amat sangat indah dan penuh ironi. Namun aku tetap bangga menjadi anak indonesia.
Indonesia, sebuah negara kecil di belantara sepakbola, sebuah negara dengan sepakbola yang selalu kisruh, ribut, carut marut dan serba tidak teratur. Sebuah negara dengan fakta persepakbolaan yang menyedihkan. Sangat jarang atau bahkan tidak pernah berprestasi membanggakan di belantika persepakbolaan dunia. Negara dimana sepakbola dicampur aduk dengan kepentingan politik para pemegang tampuk kekuasaan. Negara dimana kita tidakbisa membedakan yang preman dan penonton sepakbola. Dimana selalu ada orang kehilangan dompet ketika antri membeli selembar tiket untuk menonton bola. Dimana wasit bebas untuk di caci, dimaki, ditendang dan dilempari oleh pemain dan penonton. Bahkan disini stadion bebas untuk dihancurkan dan dibakar beramai ramai. Negara yang rakyatnya benar benar gila bola, dan meski bodoh, tetap saja ngotot mengkritisi pengelola persepakbolaan yang sedang memperbaiki kinerja sampai akhirnya pengelolaan jadi hancur lagi karena terlalu banyak suara yang harus didengar. Ya, itulah indonesia, negara yang benar benar hancur dan banyak mencetak prestasi memalukan di bidang persepakbolaan.
Namun meski miskin prestasi, sepakbola masih amat sangat digilai di sini. orang indonesia adalah salah satu yang paling gila bola di dunia. Kemiskinan tidak membatasi loyalitas dan kegilabolaan orang indonesia. Saat melihat negara lain berlomba menjadi juara dunia, orang indonesia akan selalu terhipnotis untuk melupakan keterpurukan prestasi sepakbola nasional. Mereka akan selalu bermain bola, tanpa peduli betapa buruknya pengelolaan sepakbola di negeri ini. Di negri ini akan selalu lahir para gila bola yang akan selalu bertambah kadar kegilaaannya seiring bertambahnya usia mereka. Dan ribuan bakat alam aselalu menunggu untuk dikembangkan, menunggu untuk diasah menjadi bintang bola kelas dunia..
-bersambung-
@amarta yang selalu punya mimpi

Categories: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s